KOMUNIKASI BISNIS
“MEMAHAMI KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL”

Dosen Pengampu :
MILATUL HASANAH,M.Si
1.
Rahayu Mufiyati
2.
Tholi’atul Mas’adah
3.
Dwi Bagus Setiawan
4.
M Khoiron Khafid
PROGRAM STUDY MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM DARUL ULUM LAMONGAN
2018/2019
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah tentang “Memahami Komunikasi Verbal dan NonVerbal”.
Makalah
ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi
dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas
dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tat bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat
memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir
kata kami berharap semoga makalah tentang “Memahami
Komunikasi Verbal dan NonVerbal” ini dapat memberikan
manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Lamongan, 07 Oktober 2018
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial. Mereka hanya dapat hidup berkembang dan
berperan sebagai manusia dengan berhubungan dan bekerja sama dengan manusia
lain. Salah satu cara terpenting untuk berhubungan dan bekerja sama dengan
manusia adalah komunikasi.
Komunikasi merupakan salah satu aspek terpenting bagi kehidupan manusia.
Manusia sangat dipengaruhi oleh komunikasi yang dilakukannya dengan manusia
lain, baik yang sudah dikenal maupun yang tidak dikenal sama sekali. Komunikasi
memiliki peran yang sangat vital bagi kehidupan manusia, karena itu kita harus
memberikan perhatian yang seksama terhadap komunikasi.
Setiap orang selalu berupaya memahami setiap peristiwa yang dialaminya.
Orang memberikan makna terhadap apa yang terjadi di dalam dirinya sendiri atau
lingkungan sekitarnya. Terkadang makna yang diberikan itu sangat jelas dan
mudah dipahami orang lain, namun terkadang makna itu sangat sulit dan tidak
dapat dipahami. Bahkan bertentangan dengan makna sebelumnya. Dengan memahami
komunikasi maka orang dapat menafsirkan peristiwa secara lebih fleksibel dan
bermanfaat.
Komunikasi verbal ( verbal communication ) adalah bentuk komunikasi
yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis (written)
atau lisan (oral). Komunikasi verbal menempati porsi besar. Karena
kenyataannya, ide-ide, pemikiran atau keputusan, lebih mudah disampaikan secara
verbal ketimbang non verbal. Dengan harapan, komunikan (baik pendengar maupun
pembaca ) bisa lebih mudah memahami pesan-pesan yang disampaikan. Contoh :
komunikasi verbal melalui lisan dapat dilakukan dengan menggunakan media,
contoh seseorang yang berbicara melalui telepon. Sedangkan komunikasi verbal
melalui tulisan dilakukan dengan cara tidak langsung antara komunikator dengan
komunikan. Proses penyampaian informasi dilakukan dengan menggunakan berupa
media surat, lukisan, gambar, grafik dan lain-lain.
Komunikasi non verbal ( non verbal communicarion) menempati porsi
penting. Banyak komunikasi verbal tidak efektif hanya karena
komunikatornya tidak menggunakan komunikasi non verbal dengan baik dalam waktu
bersamaan. Melalui komunikasi non verbal, orang bisa mengambil suatu kesimpulan
mengenai suatu hal tentang berbagai macam persaan orang, baik rasa senang,
benci, cinta, kangen dan berbagai macam perasaan lainnya. Kaitannya dengan
dunia bisnis, komunikasi non verbal bisa membantu komunikator untuk lebih
memperkuat pesan yang disampaikan sekaligus memahami reaksi komunikan saat
menerima pesan.Bentuk komunikasi non verbal sendiri di antaranya adalah, bahasa
isyarat, ekspresi wajah, sandi, simbol-simbol, pakaian seragam, warna dan
intonasi suara
B.
Tujuan Masalah
1.
Apa yang disebut
komunikasi Verbal?
2.
Apa yang dimaksud
komunikasi NonVerbal?
3.
Apa Perbedaan dan
Fungsi komunikasi Verbal dan NonVerba?
C.
Tujuan Makalah
1.
Agar mahasiswa
dapat mengetahui definisi dari komunikasi vebal dan nonverbal
2.
Agar mahasiswa
dapat mengetahui perbedaan antara komunikasi verbal dan verbal
3.
Agar mahasiswa
dapat mengetahui fungsi dari komunikasi verbal dan noverbal
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Komunikasi Verbal
Komunikasi
verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, dalam bentuk lisan maupun
tulisan komunikasi ini paling banyak dipakai dalam hubungan antar manusia.
Melalui kata-kata, mereka mengungkapan perasaan, emosi, pemikiran, gagasan,
atau maksud mereka, menyampaikan fakta, data, dan informasi serta
menjelaskannya saling bertukar perasaan dan pemikiran, saling berdebat, dan
bertengkar, Dalam komunikasi verbal bahasa memgegang peranan penting.
Beberapa pengertian komunikasi
verbal menurut para ahli, adalah sebagai berikut :
1. Deddy Mulyana (2005)
Komunikasi verbal adalah semua jenis
symbol yang menggunakan satu kata atau lebih bahasa dapat juga dianggap sebagai sistem kode verbal.
2. Harold Lasswell
Komunikasi verbal yaitu suatu proses
komunikasi dengan menggunakan symbol atau lambang- lambang.
Ada beberapa unsur penting dalam komunikasi verbal yaitu:
a.
Bahasa
Pada dasarnya bahasa adalah suatu
sistem lambang yang memungkinkan orang berbagi makna. Dalam komunikasi verbal
lambang bahasa yang di pergunakan adalah bahasa verbal entah lisan, tertulis
pada kertas ataupun elektronik. Bahasa suatu bangsa atau suku berasal dari
interaksi dan hubungan antara warganya satu sama lain.
Bahasa memiliki banyak fungsi namun
sekukurang-kurangnya ada tiga fungsi yang erat hubungannya dalam menciptakan
komunikasi yang efektif, ketiga fungsi itu :
1. Untuk mempelajari tentang dunia
sekekliling kita melalui bahasa manusia mempelajari apa saja yang menarik minat. Mulai
dari sejarah suatu bangsa yang hidup pada masa lalu hingga apa yang diramalkan
ilmu pengetahuan di masa depan
2. Untuk membina hubungan yang baik
diantara sesama
manusia. Ringkasnya, bahasa memungkin individu bergaul dengan orang lain untuk
kesenangan dan mempengaruhi pihak lain.
3. Untuk menciptakan ikatan-ikatan
dalam kehidupan manusia.
b. Kata
Kata
merupakan unit lambang terkecil dari bahasa. Kata adalah lambang yang
melambangkan atau mewakili sesuatu hal, entah orang, barang, kejadian, atau
keadaan. Jadi, kata itu bukan orang, barang, kejadian, atau keadaan sendiri.
Makna kata tidak ada pada pikiran orang. Tidak ada hubungan langsung antara
kata, dan hal. Yang berhubungan langsung hanyalah kata dan pikiran orang.
Prinsip Komunikasi Verbal
Devito(1978)
mengemukakan ada Sembilan prinsip komunikasi verbal. Prinsip tersebut merupakan
prinsip universal yang diambil dari studi tiga orang peneliti dan ahli bahasa;
Robert Pittenger, Charles Hocket, dan John Danehy. Mereka telah menganalisis
hasil wawancara para psikiatris dengan pasiennya mereka menganalisis setiap
kata, ungkapan, kalimat uang diucapkan selang waktu antara kata yang satu
dengan yang lainnya. Hasil penemuan mereka dirumuskan sebagai berikut :
1. Rujukan Yang Tetap ( Imanent Reference)
Leornad
Bloomfield maupun Charles Hockett (dalam De Vito, 1978) mengungkapkan pada
hakikatnya manusia menggunakan bahasa sebagai suatu kerangka rujukan tetap
untuk membuktikan kepada orang bahwa ia bisa melakukan percakapan timbal balik.
Kerangka rujukan balik itu selalu menempatkan bahasa untuk menggagas tema
pembicaraan yang abstrak maupun konkret, masa lalu / kini/ yang akan
datang. Keduanya mengemukakan bahwa manusia dapat berbicara tentang ap yang
tidak disini namun ada disana. Apa yang terjadi kemarin namun tidak duilihat
oleh orang lain, bahkan mungkin tentang apa yang akan terjadi besok inilah
bentuk verbalisasi manusia. Semua verbalisasi itu merujuk secara tetap pada
suatu waktu konteks khusus yang berhubungan dengan seorang pembicara dan
pendengar. Leornad dan Charless mengatakan untuk memahami interaksi verbal maka
anda cukup menjawab pertanyaan- pertanyaan; untuk apa komunikasi mengutamakan
komunikasi?, Untuk apa komunikasi memperhatikan pembicaranya?, dengan cara apa
suatu pembicara memberikan komentar terhada pendengarnya?,
2.
Determinisme
Semua
verbalisasi umumnya mempunyai syarat yang diarahkan untuk memenuhi tujuan
tertentu. Pada waktu seseorang mengucapkan suatu kata maka terkadang pula apa
yang dimaksudkannya. Demikian juga, kalau ia berdiam diri, maka ia pun
mempunyai maksud tertentu. Kata menurut Watzlawick, Jackson, Beavin,
digunakan untuk mengomunikasikan sesuatu. Jika orang yang diam pun memiliki
arti apalagi jika orang itu berbicara, benar ungkapan ketiganya, ‘’manusia
tidak bisa menghindari komunikasi’’. Verbalisasi, meskipun memiliki
keterbatasan-keterbatasan karena adanya keteraturan (ini yang membedakannya
dengan nonverbal) namun verbalisasi mempunyai ketentuan-ketentuan yang telah
disepakati bersama.
3.
Keadaan Yang Berulang (recurrence)
Kitapun melihat
dalam komunikasi antarpribadi ada sesuatu yang ditunjukan orang itu pada kita,
orang lain dapat menunujukan bebrapa hal, misalnya tentang keadaannya sepanjang
suatu waktu serta reaksi pribadi apa yang ia sukai atau yang ia tidak sukai,
apa yang diingkinkan dan dibiutuhkan untuk dipenuhi. Semua itu dapat dilukiskan
secara verbal dan berulang kali. Berbagai pernyataan dalam bentuk kata;kat
secara tetap dapat diucapkan dari waktu ke waktu dan berulang-ulang mengiri
perilaku non verbal.
4.
Perbedaan Prinsip Kerja Dan Alternatif Kelayakan
Untuk setiap
tanda bgi suatu pesan ( ketika orang berkomunikasi) perlu di perhatikan dua
syarat; (1) seorang penerima harus mengetahui dengan pasti jenis maupun bentuk
tanda yang telah dikomunikasikan; (2) penerima pun sebaiknya mengakui dn
memahami tanda yang telah diterimanya.
5.
Tanda Dan Gangguan Itu Relatif
Apa yang
dimaksudkan dengan tanda dan gangguan dalam komunikasi nampaknya telah
dijelaskan dalam kepustakaan lain. Tentang dua hal itu memang batasnya sangat
relatif. Anda sedang berbicara dengan seorang kawan yang sedang batuk pilek.
Mungkin sekali setiap tanda bahasa yang diucakannya kurang memuaskanmu. Ia terus
berbicara sambil batuk-batuk. Pesan yang diberikannya disertai dengan gangguan
itu mengandung pesan tertentu. Seandainya ia memeriksakan diri ke dokter maka
dokter akan senang mendengarkannya. Bagi seorang dokter batuk merupakan suatu
tanda yang menyenangkan sehingga ia bisa memberikan resep yang tepat, bagi
dokter batuk adalah tanda ( bukan gangguan) yang menunjukan ciri – ciri suatu
penyakit.
Dua kondisi tersebut berbeda jika kita menghadapi seorang yang gagap. Kitapun
harus memperhatikan setiap tanda dan gangguan dari mulut orang itu. Apa yang
menjadi tanda bagi seorang dalam konteks interaksi antarpribadi bisa menjadi
gangguan dalam konteks yang lain.
6.
Peneguhan / Pengemasan
Dalam sebagian
besar kasus interaksi esan ditransmisikan secara simultan melalui sejumlah
saluran yang berbeda. Sering kali disaat kita sedang berbicara dengan orang
lain, kita mengucapkan kata-kata dengan nada, vokal, irama dan kecepatan.
‘kata-kata’ itu terasa belum cukup sebagai pilihan komunikasi secara verbal,
masih dibutuhkan peneguhan, engemasan agar kata-kata yang diucapkan
(verbal-vokal) lebih bermakna. Apa yang dilakukan? Kita mungkin akan memilih
kata yang meiliki nilai rasa lebih keras, lembut, menyengat dan keras atau
memberikan tekanan pada pengucapannya. Hal terakhir inilah menjadi tugas
komunikasi non verbal.
7.
Penyesuaian
Pada tahap
pertama komunikasi hanya memperluas pertukaran sistem tanda. Tanda, mewakili
suatu isyarat terhadap konsep. Jika tanda mengacu secara denotatif dan simbol
pada konotetif maka setiap bahasa mempunyai sistem pengaturan yang
berbeda.
Prinsip
penyesuaian ini sangat diperlukan untuk menemukan relevansi terutama bagi dua
orang yang mempunyai perbedaan dalam sistem tanda bahasa. Misalnya orangtua
dengan anak, meskipun tidak memiliki perbedaan dalam kosa kata namun dalam
banyak hal secara konvensional setiap bahasa mengatur tatacara berkomunikasi
verbal diantara mereka melalui proses penyesuaian.
8.
Memprioritaskan Interaksi
Salah satu
prinsip memhami dan menganalisis interaksi verbal ialah melihat hakekat
interaksi melalui perilaku nyata, bahkan tidak hanya sampai pada tingkat
interaksi, mlah menuju ke relasi yang bersifat transaksional. Di sini terbentuk
proses mental, artinya kita akan menaruh harapan, motivasi, terhadap orang
lain. Hanya dengan kata-kata saja kita tidak mampu melihat semuanya kecuali
melalui dukungan komunikasi non verbal.
9.
Paham Analogi Hutan Dan Pohon
Prinsip ini
merupakan suatu catatan yang perlu diperhatikan. Prinsip – prinsip terdahulu telah
memusatkan perhatiannya pada kajian yang mikroskopik atas komunikasi atas
komunikasi verbal. Satu hal yang tidak dapat dilupakan bahwa setiap interaksi
yang dilakukan berulang-ulang hasilnya akan lebih bermutu daripada sekedar
satuan interaksi yang lepas. Paham ini dapat dianalogikan, bahwa kita tidak
bisa memahami hutan hanya karena telah mengetahui banyaknya pohon tetapi tidak
mengenal jenis-jenis pohon didalamnya.
B.
Pengertian
Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal seringkali disebut : Komunikasi tanpa kata ( karena
tidak berkata-kata). Studi mengenai komunikasi non verbal relatif masih baru
yang berakar dari Studi Komunikasi antar budaya melalui karya Edward T. Hall
(1959) (dalam Hall 1966) : The Silent Language. Menurut Hall,
budaya menggambarkan bagaimana cara dan langkah manusia untuk memahami dan
mengoraganisir dunianya. Dunia itu terbentuk oleh sekelompok orang yang
melintasi hubungan anatara manusia dan bahkan generasi. Budayalah yang
mempengaruhi sensori manusia ketika memproses kehidupannya, proses itu bahkan
menyusup sampai kepusat sistem saraf. Budaya itu selalu memiliki dua
manifestasi, yakni manisfestasi material dan simbol-simbol yang mewarnai
bahasa, adat kebiasaan, sejarah, organisasi sosal, termasuk pengetahuan; dan
manifestasi kedua, budya diharapkan sebagai identitas kelompok.
Budaya dinyatakan dalam gaya interaksi verbal dan nonverbal; misalnya melalui
pepatah dan ungkapan, pranata sosial, upacara, ceritera, agama, bahkan politik.
Dalam suatu
kurun waktu yang lama orang menganut paham bahwa komunikasi secara verbal
itulah yang terbaik, namun ternyata pandangan itu keliru. Mengapa? Setelah
melihat perbedaan budaya antarpribadi maka kekuatan komunikasi ternyata tidak
cukup sekedar mengirimkan atau mengalihkan pesan. Dukungan nonverbal mempunyai
kemampuan untuk melengkapi kekurangan dalam komunikasi verbal. Dalam ulasan
komunikasi nonverbal akan menekankan pada beberapa hal: (1) keheningan / diam;
(2) beberapa karakteristik komunikasi nonverbal.
1. Keheningan /
Diam
Ada tiga hal
yang menurut Myers (1980) yang berkaitan dengan keheningan / diamnya seseorang
yakni : (a) keheningan itu terjadi dalam setiap komunikasi antarpribadi, (b)
keheningan tidaklah sembarang, (c) keheningan mungkin meruakan tindakan yang
tepat bahkan / tidak tepat.
2.
Karakteristik dan Fungsi Komunikasi Non Verbal
Karakteristik
komunikasi non verbal adalah sebagai berikut :
a.
Prinsip umum
komunikasi antarpribadi
Prinsip umum
komunikasi pribadi adalah manusia tidak dapat menghindari komunikasi
demikian pun anda tidak mungkin tidak menggunakan pesan non verbal . Itulah
prinsip pertama. Diam juga adalah komunikasi.
b. Pernyataan
perasaan dan emosi
Bahasa verbal
biasanya mengacu pada pernyataan informasi kognitif; sedangkan non verbal
mengacu pada pertukaran perasaan, emosi, dengan orang lain dalam proses human
relations Informasi tentang Isi dan Relasi
Komunikasi
nonverbal selalu meliputi Informasi tentang isi dari pesan verbal,
komunikasi nonverbal memberi suatu tanda bahwa
memerlukan penjelasan terhadap pesan verbal. Dengan tanda yang sama untuk
menjelaskan isi suatu kata, dengan tanda yang sama dapat menunjukan keinginan
mendapatkan relasi.
C.
Perbeadaan komunikasi
Verbal dan Non Verbal
Untuk memahami dengan lebih jelas
antara komunikasi verbal dan non verbal, kita dapat melihat tabel mengenai
tipe-tipe komunikasi berikut ini
Komunikasi
|
||
Vokal
|
Nonvokal
|
|
Komunikasi verbal
|
Bahasa Lisan (spoken words)
|
Bahasa Tertulis (written words)
|
Komunikasi nonverbal
|
Nada Suara (tone of voice). desah (sighs), jeritan (screams),
kualitas vokal (vocal quality)
|
Isyarat (gesture) gerakan (movement) penampilan (appearance),
ekspresi wajah (facial expression)
|
Ada tiga perbedaan antara komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal, yaitu kesengajaan pesan (the
intentionality of the message), tingkat simbolisme dalam tindakan atau pesan
(the degree of symbolism in the act or message), dan pemrosesan mekanisme
(processing mechanism).
a. Kesengajaan (intentinolity)
Satu
perbedaan utama antara komunikasi verbal dan nonverbal adalah persepsi mengenai
niat (intent). Pada umumnya niat ini menjadi lebih penting ketika kita
membicarakan lambang atau kode verbal. Michael Burgoon dan Michael Ruffner
menegaskan bahwa sebuah pesan verbal adalah komunikasi kalau pesan tersebut 1)
dikirimkan oleh sumber dengan sengaja dan 2) diterima oleh penerima secara
sengaja pula. Komunikasi nonverbal tidak banyak dibatasi oleh niat. atau intent
tersebut. Persepsi sederhana mengenai niat ini oleh seorang penerima sudah cukup
dipertimbangkan menjadi komunikasi nonverbal. Sebab, komunikasi nonverbal
cenderung kurang dilakukan dengan sengaja dan kurang halus apabila dibandingkan
dengan komunikasi verbal. Selain itu, komunikasi nonverbal mengarah pada
norma-norma yang berlaku, sementara niat atau intent tidak terdefinisikan
dengan jelas. Misalnya, norma-norma untuk penampilan fisik. Kita semua
berpakaian, namun berapa Bering kita dengan sengaja berpakaian untuk sebuah
situasi tertentu? Berapa kali seorang teman memberi komentar terhadap
penampilan kita? Persepsi receiver mengenai niat ini sudah cukup untuk memenuhi
persyaratan guna mendefinisikan komunikasi nonverbal.
b. Perbedaan perbedaan simbolik
(symbolic differences)
Kadang-kadang
niat atau intent ini dapat dipahami karena beberapa dampak simbolik dari
komunikasi kita. Misalnya, memakai pakaian dengan warna atau model tertentu,
mungkin akan dipahami sebagai suatu `pesan' oleh orang lain (misalnya
berpakaian dengan warna hitam akan diberi makna sebagai ungkapan ikut berduka
cita). Komunikasi verbal dengan sifat-sifatnya merupakan sebuah bentuk
komunikasi yang diantarai (mediated form of communication). Dalam arti kita
mencoba mengambil kesimpulan terhadap makna apa yang diterapkan pada suatu
pilihan kata.
c. Mekanisme pemrosesan (processing
mechanism)
Perbedaan
ketiga antara komunikasi verbal dan nonverbal berkaitan dengan bagaimana kita
memproses informasi. Semua informasi termasuk komunikasi diproses melalui otak,
kemudian otak kita menafsirkan informasi ini lewat pikiran yang berfungsi
mengendalikan perilaku- perilaku fisiologis (refleks) dan sosiologis (perilaku
yang dipelajari dan perilaku sosial). Satu perbedaan utama dalam pemrosesan
adalah dalam tipe informasi pada setiap belahan otak. Secara tipikal, belahan otak
sebelah kiri adalah tipe informasi yang lebih tidak berkesinambungan dan
berubah-ubah, sementara belahan otak sebelah kanan, tipe informasinya Iebih
berkesinambungan dan alami (pada uraian di bawah, Malandro dan Barker juga
menjelaskan mengenai hal ini). Berdasarkan pada perbedaan tersebut, pesan-pesan
verbal dan nonverbal berbeda dalam konteks struktur pesannya. Komunikasi
nonverbal kurang terstruktur. Aturan-aturan yang ada ketika kita berkomunikasi
secara nonverbal adalah lebih sederhana dibanding komunikasi verbal yang
mempersyaratkan aturan-aturan tata bahasa dan sintaksis. Komunikasi nonverbal
secara tipikal diekspresikan pada saat tindak komunikasi berlangsung. Tidak
seperti komunikasi verbal, bahasa nonverbal tidak bisa mengekspresikan peristiwa
komunikasi di masa lalu atau masa mendatang. Selain itu, komunikasi nonverbal
mempersyaratkan sebuah pemahaman mengenai konteks di mana interaksi tersebut
terjadi, sebaliknya komunikasi verbal justru menciptakan konteks tersebut.
D.
Fungsi
Komunikasi Verbal dan Nonverbal
Meskipun komunikasi verbal dan nonverbal memiliki
perbedaan-perbedaan, namun keduanya dibutuhkan untuk berlangsungnya tindak
komunikasi yang efektif. Fungsi dari lambang-lambang verbal maupun nonverbal
adalah untuk memproduksi makna yang komunikatif
Pesan-pesan nonverbal juga berfungsi untuk
mengkontradiksikan atau menegaskan pesan verbal seperti
dalam sarkasme atau sindirian-sindiran tajam. Kadang-kadang, komunikasi
nonverbal mengganti pesan verbal. Misalnya, kita tidak perlu secara verbal menyatakan
kata "menang", namun cukup hanya mengacungkan dua jari kita membentuk
huruf `V' (victory) yang bermakna kemenangan. Artinya makna yang kita katakan
diganti dengan simbol-simbol yang dapat diterjemahkan oleh orang yang
melihatnya dan mempunyai persepsi yang sama antara yang memberi simbol dan yang
menerima simbol.
Secara historis, kode nonverbal sebagai suatu multi
saluran akan mengubah pesan verbal melalui lima fungsi:
pengulangan (repetition), berlawanan (contradiction), pengganti (substitution),
pengaturan (regulation), penekanan (accentuation) dan pelengkap
(complementation). Pada tahun 1965, Paul
Ekman menjelaskan bahwa pesan nonverbal akan mengulang atau meneguhkan pesan
verbal. Misalnya dalam suatu lelang, kita mengacungkan satu jari untuk menunjukkan
jumlah tawaran yang kita minta, sementara secara verbal kila mengatakan
"satu'.
BAB III
PENUTUP
- Kesimpulan
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang
menggunakan kata-kata, dalam bentuk lisan maupun tulisan komunikasi ini paling
banyak dipakai dalam hubungan antar manusia. Melalui kata-kata, mereka
mengungkapan perasaan, emosi, pemikiran, gagasan, atau maksud mereka,
menyampaikan fakta, data, dan informasi serta menjelaskannya saling bertukar
perasaan dan pemikiran, saling berdebat, dan bertengkar, Dalam komunikasi
verbal bahasa memgegang peranan penting.
Komunikasi non verbal seringkali disebut : Komunikasi tanpa kata ( karena
tidak berkata-kata). Menurut Edward Sapir, Komunikasi nonverbal adalah sebuah
kode yang luas yang ditulis tidak di mana pun juga, diketahui oleh tidak
seorang pun dan dimengerti oleh semua (an elaborate code that is written
nowhere, known to none, and understood by all).
Ada tiga perbedaan antara komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal, yaitu kesengajaan pesan (the
intentionality of the message), tingkat simbolisme dalam tindakan atau pesan
(the degree of symbolism in the act or message), dan pemrosesan mekanisme
(processing mechanism).
Meskipun komunikasi verbal dan nonverbal memiliki
perbedaan-perbedaan, namun keduanya dibutuhkan untuk berlangsungnya tindak
komunikasi yang efektif. Fungsi dari lambang-lambang verbal maupun nonverbal
adalah untuk memproduksi makna yang komunikatif.
DAFTAR PUSTAKA
DR. Alo
Liliweri, M.S, 1994. Komunikasi Verbal dan Nonverbal, (Bandung :
PT. Citra Aditya Abadi).
Http:// Spiral of
Silent.blogsport.com/Contoh Makalah Komunikasi Verbal dan Nonverbal.html/
diakses pada 5 oktober 2018