Selasa, 13 November 2018

makalah komunikasi bisnis


MAKALAH
KOMUNIKASI BISNIS
“MEMAHAMI KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL”

Hasil gambar untuk logo unisda

Dosen Pengampu :
MILATUL HASANAH,M.Si

Disusun Oleh:
1.         Rahayu Mufiyati
2.         Tholi’atul Mas’adah
3.         Dwi Bagus Setiawan
4.         M Khoiron Khafid


PROGRAM STUDY MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM DARUL ULUM LAMONGAN
2018/2019

KATA PENGANTAR


Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Memahami Komunikasi Verbal dan NonVerbal”.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tat bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang “Memahami Komunikasi Verbal dan NonVerbal” ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.


Lamongan, 07 Oktober 2018


Penulis






BAB I
PENDAHULUAN

 

1.   Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial. Mereka hanya dapat hidup berkembang dan berperan sebagai manusia dengan berhubungan dan bekerja sama dengan manusia lain. Salah satu cara terpenting untuk berhubungan dan bekerja sama dengan manusia adalah komunikasi.
Komunikasi merupakan salah satu aspek terpenting bagi kehidupan manusia. Manusia sangat dipengaruhi oleh komunikasi yang dilakukannya dengan manusia lain, baik yang sudah dikenal maupun yang tidak dikenal sama sekali. Komunikasi memiliki peran yang sangat vital bagi kehidupan manusia, karena itu kita harus memberikan perhatian yang seksama terhadap komunikasi.
Setiap orang selalu berupaya memahami setiap peristiwa yang dialaminya. Orang memberikan makna terhadap apa yang terjadi di dalam dirinya sendiri atau lingkungan sekitarnya. Terkadang makna yang diberikan itu sangat jelas dan mudah dipahami orang lain, namun terkadang makna itu sangat sulit dan tidak dapat dipahami. Bahkan bertentangan dengan makna sebelumnya. Dengan memahami komunikasi maka orang dapat menafsirkan peristiwa secara lebih fleksibel dan bermanfaat.
Komunikasi verbal ( verbal communication ) adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral). Komunikasi verbal menempati porsi besar. Karena kenyataannya, ide-ide, pemikiran atau keputusan, lebih mudah disampaikan secara verbal ketimbang non verbal. Dengan harapan, komunikan (baik pendengar maupun pembaca ) bisa lebih mudah memahami pesan-pesan yang disampaikan. Contoh : komunikasi verbal melalui lisan dapat dilakukan dengan menggunakan media, contoh seseorang yang berbicara melalui telepon. Sedangkan komunikasi verbal melalui tulisan dilakukan dengan cara tidak langsung antara komunikator dengan komunikan. Proses penyampaian informasi dilakukan dengan menggunakan berupa media surat, lukisan, gambar, grafik dan lain-lain.
Komunikasi non verbal ( non verbal communicarion) menempati porsi penting. Banyak komunikasi verbal tidak efektif  hanya karena komunikatornya tidak menggunakan komunikasi non verbal dengan baik dalam waktu bersamaan. Melalui komunikasi non verbal, orang bisa mengambil suatu kesimpulan mengenai suatu hal tentang berbagai macam persaan orang, baik rasa senang, benci, cinta, kangen dan berbagai macam perasaan lainnya. Kaitannya dengan dunia bisnis, komunikasi non verbal bisa membantu komunikator untuk lebih memperkuat pesan yang disampaikan sekaligus memahami reaksi komunikan saat menerima pesan.Bentuk komunikasi non verbal sendiri di antaranya adalah, bahasa isyarat, ekspresi wajah, sandi, simbol-simbol, pakaian seragam, warna dan intonasi suara

B.     Tujuan Masalah
1.      Apa yang disebut komunikasi Verbal?
2.      Apa yang dimaksud komunikasi NonVerbal?
3.      Apa Perbedaan dan Fungsi komunikasi Verbal dan NonVerba?

C.    Tujuan Makalah
1.    Agar mahasiswa dapat mengetahui definisi dari komunikasi vebal dan nonverbal
2.    Agar mahasiswa dapat mengetahui perbedaan antara komunikasi verbal dan verbal
3.    Agar mahasiswa dapat mengetahui fungsi dari komunikasi verbal dan noverbal








BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, dalam bentuk lisan maupun tulisan komunikasi ini paling banyak dipakai dalam hubungan antar manusia. Melalui kata-kata, mereka mengungkapan perasaan, emosi, pemikiran, gagasan, atau maksud mereka, menyampaikan fakta, data, dan informasi serta menjelaskannya saling bertukar perasaan dan pemikiran, saling berdebat, dan bertengkar, Dalam komunikasi verbal bahasa memgegang peranan penting.
Beberapa pengertian komunikasi verbal menurut para ahli, adalah sebagai berikut :
1.      Deddy  Mulyana (2005)
Komunikasi verbal adalah semua jenis symbol yang menggunakan satu kata atau lebih bahasa dapat juga dianggap sebagai sistem kode verbal.
2.      Harold Lasswell
Komunikasi verbal yaitu suatu proses komunikasi dengan menggunakan symbol atau lambang- lambang.
Ada beberapa unsur penting dalam komunikasi verbal yaitu:
a.       Bahasa
Pada dasarnya bahasa adalah suatu sistem lambang yang memungkinkan orang berbagi makna. Dalam komunikasi verbal lambang bahasa yang di pergunakan adalah bahasa verbal entah lisan, tertulis pada kertas ataupun elektronik. Bahasa suatu bangsa atau suku berasal dari interaksi dan hubungan antara warganya satu sama lain.
Bahasa memiliki banyak fungsi namun sekukurang-kurangnya ada tiga fungsi yang erat hubungannya dalam menciptakan komunikasi yang efektif, ketiga fungsi itu :
1.      Untuk mempelajari tentang dunia sekekliling kita melalui bahasa manusia mempelajari apa saja yang menarik minat. Mulai dari sejarah suatu bangsa yang hidup pada masa lalu hingga apa yang diramalkan ilmu pengetahuan di masa depan
2.      Untuk membina hubungan yang baik diantara sesama manusia. Ringkasnya, bahasa memungkin individu bergaul dengan orang lain untuk kesenangan dan mempengaruhi pihak lain.
3.      Untuk menciptakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia.
b.      Kata
Kata merupakan unit lambang terkecil dari bahasa. Kata adalah lambang yang melambangkan atau mewakili sesuatu hal, entah orang, barang, kejadian, atau keadaan. Jadi, kata itu bukan orang, barang, kejadian, atau keadaan sendiri. Makna kata tidak ada pada pikiran orang. Tidak ada hubungan langsung antara kata, dan hal. Yang berhubungan langsung hanyalah kata dan pikiran orang.
Prinsip Komunikasi Verbal
 Devito(1978) mengemukakan ada Sembilan prinsip komunikasi verbal. Prinsip tersebut merupakan prinsip universal yang diambil dari studi tiga orang peneliti dan ahli bahasa; Robert Pittenger, Charles Hocket, dan John Danehy. Mereka telah menganalisis hasil wawancara para psikiatris dengan pasiennya mereka menganalisis setiap kata, ungkapan, kalimat uang diucapkan selang waktu antara kata yang satu dengan yang lainnya. Hasil penemuan mereka dirumuskan sebagai berikut :
1.      Rujukan Yang Tetap ( Imanent Reference)
Leornad Bloomfield maupun Charles Hockett (dalam De Vito, 1978) mengungkapkan pada hakikatnya manusia menggunakan bahasa sebagai suatu kerangka rujukan tetap untuk membuktikan kepada orang bahwa ia bisa melakukan percakapan timbal balik. Kerangka rujukan balik itu selalu menempatkan bahasa untuk menggagas tema pembicaraan yang abstrak maupun konkret, masa lalu / kini/ yang akan datang. Keduanya mengemukakan bahwa manusia dapat berbicara tentang ap yang tidak disini namun ada disana. Apa yang terjadi kemarin namun tidak duilihat oleh orang lain, bahkan mungkin tentang apa yang akan terjadi besok inilah bentuk verbalisasi manusia. Semua verbalisasi itu merujuk secara tetap pada suatu waktu konteks khusus yang berhubungan dengan seorang pembicara dan pendengar. Leornad dan Charless mengatakan untuk memahami interaksi verbal maka anda cukup menjawab pertanyaan- pertanyaan; untuk apa komunikasi mengutamakan komunikasi?, Untuk apa komunikasi memperhatikan pembicaranya?, dengan cara apa suatu pembicara memberikan komentar terhada pendengarnya?,
2.      Determinisme
Semua verbalisasi umumnya mempunyai syarat yang diarahkan untuk memenuhi tujuan tertentu. Pada waktu seseorang mengucapkan suatu kata maka terkadang pula apa yang dimaksudkannya. Demikian juga, kalau ia berdiam diri, maka ia pun mempunyai maksud tertentu. Kata menurut Watzlawick, Jackson, Beavin, digunakan untuk mengomunikasikan sesuatu. Jika orang yang diam pun memiliki arti apalagi jika orang itu berbicara, benar ungkapan ketiganya, ‘’manusia tidak bisa menghindari komunikasi’’. Verbalisasi, meskipun memiliki keterbatasan-keterbatasan karena adanya keteraturan (ini yang membedakannya dengan nonverbal) namun verbalisasi mempunyai ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama.
3.      Keadaan Yang Berulang (recurrence)
Kitapun melihat dalam komunikasi antarpribadi ada sesuatu yang ditunjukan orang itu pada kita, orang lain dapat menunujukan bebrapa hal, misalnya tentang keadaannya sepanjang suatu waktu serta reaksi pribadi apa yang ia sukai atau yang ia tidak sukai, apa yang diingkinkan dan dibiutuhkan untuk dipenuhi. Semua itu dapat dilukiskan secara verbal dan berulang kali. Berbagai pernyataan dalam bentuk kata;kat secara tetap dapat diucapkan dari waktu ke waktu dan berulang-ulang mengiri perilaku non verbal.
4.       Perbedaan Prinsip Kerja Dan Alternatif Kelayakan
Untuk setiap tanda bgi suatu pesan ( ketika orang berkomunikasi) perlu di perhatikan dua syarat; (1) seorang penerima harus mengetahui dengan pasti jenis maupun bentuk tanda yang telah dikomunikasikan; (2) penerima pun sebaiknya mengakui dn memahami tanda yang telah diterimanya.
5.      Tanda Dan Gangguan Itu Relatif
Apa yang dimaksudkan dengan tanda dan gangguan dalam komunikasi nampaknya telah dijelaskan dalam kepustakaan lain. Tentang dua hal itu memang batasnya sangat relatif. Anda sedang berbicara dengan seorang kawan yang sedang batuk pilek. Mungkin sekali setiap tanda bahasa yang diucakannya kurang memuaskanmu. Ia terus berbicara sambil batuk-batuk. Pesan yang diberikannya disertai dengan gangguan itu mengandung pesan tertentu. Seandainya ia memeriksakan diri ke dokter maka dokter akan senang mendengarkannya. Bagi seorang dokter batuk merupakan suatu tanda yang menyenangkan sehingga ia bisa memberikan resep yang tepat, bagi dokter batuk adalah tanda ( bukan gangguan) yang menunjukan ciri – ciri suatu penyakit.
            Dua kondisi tersebut berbeda jika kita menghadapi seorang yang gagap. Kitapun harus memperhatikan setiap tanda dan gangguan dari mulut orang itu. Apa yang menjadi tanda bagi seorang dalam konteks interaksi antarpribadi bisa menjadi gangguan dalam konteks yang lain.
6.      Peneguhan / Pengemasan
Dalam sebagian besar kasus interaksi esan ditransmisikan secara simultan melalui sejumlah saluran yang berbeda. Sering kali disaat kita sedang berbicara dengan orang lain, kita mengucapkan kata-kata dengan nada, vokal, irama dan kecepatan. ‘kata-kata’ itu terasa belum cukup sebagai pilihan komunikasi secara verbal, masih dibutuhkan peneguhan, engemasan agar kata-kata yang diucapkan (verbal-vokal) lebih bermakna. Apa yang dilakukan? Kita mungkin akan memilih kata yang meiliki nilai rasa lebih keras, lembut, menyengat dan keras atau memberikan tekanan pada pengucapannya. Hal terakhir inilah menjadi tugas komunikasi non verbal.
7.      Penyesuaian
Pada tahap pertama komunikasi hanya memperluas pertukaran sistem tanda. Tanda, mewakili suatu isyarat terhadap konsep. Jika tanda mengacu secara denotatif dan simbol pada konotetif  maka setiap bahasa mempunyai sistem pengaturan yang berbeda.
Prinsip penyesuaian ini sangat diperlukan untuk menemukan relevansi terutama bagi dua orang yang mempunyai perbedaan dalam sistem tanda bahasa. Misalnya orangtua dengan anak, meskipun tidak memiliki perbedaan dalam kosa kata namun dalam banyak hal secara konvensional setiap bahasa mengatur tatacara berkomunikasi verbal diantara mereka melalui proses penyesuaian.
8.       Memprioritaskan Interaksi
Salah satu prinsip memhami dan menganalisis interaksi verbal ialah melihat hakekat interaksi melalui perilaku nyata, bahkan tidak hanya sampai pada tingkat interaksi, mlah menuju ke relasi yang bersifat transaksional. Di sini terbentuk proses mental, artinya kita akan menaruh harapan, motivasi, terhadap orang lain. Hanya dengan kata-kata saja kita tidak mampu melihat semuanya kecuali melalui dukungan komunikasi non verbal.
9.      Paham Analogi Hutan Dan Pohon
Prinsip ini merupakan suatu catatan yang perlu diperhatikan. Prinsip – prinsip terdahulu telah memusatkan perhatiannya pada kajian yang mikroskopik atas komunikasi atas komunikasi verbal. Satu hal yang tidak dapat dilupakan bahwa setiap interaksi yang dilakukan berulang-ulang hasilnya akan lebih bermutu daripada sekedar satuan interaksi yang lepas. Paham ini dapat dianalogikan, bahwa kita tidak bisa memahami hutan hanya karena telah mengetahui banyaknya pohon tetapi tidak mengenal jenis-jenis pohon didalamnya.

B.     Pengertian Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal seringkali disebut : Komunikasi tanpa kata ( karena tidak berkata-kata). Studi mengenai komunikasi non verbal relatif masih baru yang berakar dari Studi Komunikasi antar budaya melalui karya Edward T. Hall (1959) (dalam Hall 1966) : The Silent  Language. Menurut Hall, budaya menggambarkan bagaimana cara dan langkah manusia untuk memahami dan mengoraganisir dunianya. Dunia itu terbentuk oleh sekelompok orang yang melintasi hubungan anatara manusia dan bahkan generasi. Budayalah yang mempengaruhi sensori manusia ketika memproses kehidupannya, proses itu bahkan menyusup sampai kepusat sistem saraf. Budaya itu selalu memiliki dua manifestasi, yakni manisfestasi material dan simbol-simbol yang mewarnai bahasa, adat kebiasaan, sejarah, organisasi sosal, termasuk pengetahuan; dan manifestasi kedua, budya diharapkan sebagai identitas kelompok.
              Budaya dinyatakan dalam gaya interaksi verbal dan nonverbal; misalnya melalui pepatah dan ungkapan, pranata sosial, upacara, ceritera, agama, bahkan politik.
Dalam suatu kurun waktu yang lama orang menganut paham bahwa komunikasi secara verbal itulah yang terbaik, namun ternyata pandangan itu keliru. Mengapa? Setelah melihat perbedaan budaya antarpribadi maka kekuatan komunikasi ternyata tidak cukup sekedar mengirimkan atau mengalihkan pesan. Dukungan nonverbal mempunyai kemampuan untuk melengkapi kekurangan dalam komunikasi verbal. Dalam ulasan komunikasi nonverbal akan menekankan pada beberapa hal: (1) keheningan / diam; (2) beberapa karakteristik komunikasi nonverbal.
1. Keheningan / Diam
Ada tiga hal yang menurut Myers (1980) yang berkaitan dengan keheningan / diamnya seseorang yakni : (a) keheningan itu terjadi dalam setiap komunikasi antarpribadi, (b) keheningan tidaklah sembarang, (c) keheningan mungkin meruakan tindakan yang tepat bahkan / tidak tepat.
2. Karakteristik dan Fungsi Komunikasi Non Verbal
Karakteristik komunikasi non verbal adalah sebagai berikut :
a.       Prinsip umum komunikasi antarpribadi
Prinsip umum komunikasi pribadi  adalah manusia tidak dapat menghindari komunikasi demikian pun anda tidak mungkin tidak menggunakan pesan non verbal . Itulah prinsip pertama. Diam juga adalah komunikasi.
b. Pernyataan perasaan dan emosi
Bahasa verbal biasanya mengacu pada pernyataan informasi kognitif; sedangkan non verbal mengacu pada pertukaran perasaan, emosi, dengan orang lain dalam proses human relation   Informasi tentang Isi dan Relasi
Komunikasi nonverbal selalu meliputi Informasi tentang isi dari pesan verbal,      komunikasi nonverbal memberi suatu tanda bahwa memerlukan penjelasan terhadap pesan verbal. Dengan tanda yang sama untuk menjelaskan isi suatu kata, dengan tanda yang sama dapat menunjukan keinginan mendapatkan relasi.        

C.    Perbeadaan komunikasi Verbal dan Non Verbal
Untuk memahami dengan lebih jelas antara komunikasi verbal dan non verbal, kita dapat melihat tabel mengenai tipe-tipe komunikasi berikut ini

Komunikasi

Vokal
Nonvokal
Komunikasi verbal
Bahasa Lisan (spoken words)
Bahasa Tertulis (written words)
Komunikasi nonverbal
Nada Suara (tone of voice). desah (sighs), jeritan (screams), kualitas vokal (vocal quality)
Isyarat (gesture) gerakan (movement) penampilan (appearance), ekspresi wajah (facial expression)


Ada tiga perbedaan antara komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal, yaitu kesengajaan pesan (the intentionality of the message), tingkat simbolisme dalam tindakan atau pesan (the degree of symbolism in the act or message), dan pemrosesan mekanisme (processing mechanism).
a.       Kesengajaan (intentinolity)
 Satu perbedaan utama antara komunikasi verbal dan nonverbal adalah persepsi mengenai niat (intent). Pada umumnya niat ini menjadi lebih penting ketika kita membicarakan lambang atau kode verbal. Michael Burgoon dan Michael Ruffner menegaskan bahwa sebuah pesan verbal adalah komunikasi kalau pesan tersebut 1) dikirimkan oleh sumber dengan sengaja dan 2) diterima oleh penerima secara sengaja pula. Komunikasi nonverbal tidak banyak dibatasi oleh niat. atau intent tersebut. Persepsi sederhana mengenai niat ini oleh seorang penerima sudah cukup dipertimbangkan menjadi komunikasi nonverbal. Sebab, komunikasi nonverbal cenderung kurang dilakukan dengan sengaja dan kurang halus apabila dibandingkan dengan komunikasi verbal. Selain itu, komunikasi nonverbal mengarah pada norma-norma yang berlaku, sementara niat atau intent tidak terdefinisikan dengan jelas. Misalnya, norma-norma untuk penampilan fisik. Kita semua berpakaian, namun berapa Bering kita dengan sengaja berpakaian untuk sebuah situasi tertentu? Berapa kali seorang teman memberi komentar terhadap penampilan kita? Persepsi receiver mengenai niat ini sudah cukup untuk memenuhi persyaratan guna mendefinisikan komunikasi nonverbal.
b.      Perbedaan perbedaan simbolik (symbolic differences)
Kadang-kadang niat atau intent ini dapat dipahami karena beberapa dampak simbolik dari komunikasi kita. Misalnya, memakai pakaian dengan warna atau model tertentu, mungkin akan dipahami sebagai suatu `pesan' oleh orang lain (misalnya berpakaian dengan warna hitam akan diberi makna sebagai ungkapan ikut berduka cita). Komunikasi verbal dengan sifat-sifatnya merupakan sebuah bentuk komunikasi yang diantarai (mediated form of communication). Dalam arti kita mencoba mengambil kesimpulan terhadap makna apa yang diterapkan pada suatu pilihan kata.
c.       Mekanisme pemrosesan (processing mechanism)
Perbedaan ketiga antara komunikasi verbal dan nonverbal berkaitan dengan bagaimana kita memproses informasi. Semua informasi termasuk komunikasi diproses melalui otak, kemudian otak kita menafsirkan informasi ini lewat pikiran yang berfungsi mengendalikan perilaku- perilaku fisiologis (refleks) dan sosiologis (perilaku yang dipelajari dan perilaku sosial). Satu perbedaan utama dalam pemrosesan adalah dalam tipe informasi pada setiap belahan otak. Secara tipikal, belahan otak sebelah kiri adalah tipe informasi yang lebih tidak berkesinambungan dan berubah-ubah, sementara belahan otak sebelah kanan, tipe informasinya Iebih berkesinambungan dan alami (pada uraian di bawah, Malandro dan Barker juga menjelaskan mengenai hal ini). Berdasarkan pada perbedaan tersebut, pesan-pesan verbal dan nonverbal berbeda dalam konteks struktur pesannya. Komunikasi nonverbal kurang terstruktur. Aturan-aturan yang ada ketika kita berkomunikasi secara nonverbal adalah lebih sederhana dibanding komunikasi verbal yang mempersyaratkan aturan-aturan tata bahasa dan sintaksis. Komunikasi nonverbal secara tipikal diekspresikan pada saat tindak komunikasi berlangsung. Tidak seperti komunikasi verbal, bahasa nonverbal tidak bisa mengekspresikan peristiwa komunikasi di masa lalu atau masa mendatang. Selain itu, komunikasi nonverbal mempersyaratkan sebuah pemahaman mengenai konteks di mana interaksi tersebut terjadi, sebaliknya komunikasi verbal justru menciptakan konteks tersebut.

D.    Fungsi Komunikasi Verbal dan Nonverbal
Meskipun komunikasi verbal dan nonverbal memiliki perbedaan-perbedaan, namun keduanya dibutuhkan untuk berlangsungnya tindak komunikasi yang efektif. Fungsi dari lambang-lambang verbal maupun nonverbal adalah untuk memproduksi makna yang komunikatif
Pesan-pesan nonverbal juga berfungsi untuk mengkontradiksikan atau menegaskan pesan  verbal seperti dalam sarkasme atau sindirian-sindiran tajam. Kadang-kadang, komunikasi nonverbal mengganti pesan verbal. Misalnya, kita tidak perlu secara verbal menyatakan kata "menang", namun cukup hanya mengacungkan dua jari kita membentuk huruf `V' (victory) yang bermakna kemenangan. Artinya makna yang kita katakan diganti dengan simbol-simbol yang dapat diterjemahkan oleh orang yang melihatnya dan mempunyai persepsi yang sama antara yang memberi simbol dan yang menerima simbol.
Secara historis, kode nonverbal sebagai suatu multi saluran akan mengubah pesan verbal melalui lima fungsi: pengulangan (repetition), berlawanan (contradiction), pengganti (substitution), pengaturan (regulation), penekanan (accentuation) dan pelengkap (complementation). Pada tahun 1965, Paul Ekman menjelaskan bahwa pesan nonverbal akan mengulang atau meneguhkan pesan verbal. Misalnya dalam suatu lelang, kita mengacungkan satu jari untuk menunjukkan jumlah tawaran yang kita minta, sementara secara verbal kila mengatakan "satu'.















BAB III
PENUTUP

  1. Kesimpulan
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, dalam bentuk lisan maupun tulisan komunikasi ini paling banyak dipakai dalam hubungan antar manusia. Melalui kata-kata, mereka mengungkapan perasaan, emosi, pemikiran, gagasan, atau maksud mereka, menyampaikan fakta, data, dan informasi serta menjelaskannya saling bertukar perasaan dan pemikiran, saling berdebat, dan bertengkar, Dalam komunikasi verbal bahasa memgegang peranan penting.
Komunikasi non verbal seringkali disebut : Komunikasi tanpa kata ( karena tidak berkata-kata). Menurut Edward Sapir, Komunikasi nonverbal adalah sebuah kode yang luas yang ditulis tidak di mana pun juga, diketahui oleh tidak seorang pun dan dimengerti oleh semua (an elaborate code that is written nowhere, known to none, and understood by all).
Ada tiga perbedaan antara komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal, yaitu kesengajaan pesan (the intentionality of the message), tingkat simbolisme dalam tindakan atau pesan (the degree of symbolism in the act or message), dan pemrosesan mekanisme (processing mechanism).
Meskipun komunikasi verbal dan nonverbal memiliki perbedaan-perbedaan, namun keduanya dibutuhkan untuk berlangsungnya tindak komunikasi yang efektif. Fungsi dari lambang-lambang verbal maupun nonverbal adalah untuk memproduksi makna yang komunikatif.








DAFTAR PUSTAKA

DR. Alo Liliweri, M.S,  1994. Komunikasi Verbal dan Nonverbal, (Bandung : PT. Citra Aditya Abadi).
Http:// Spiral of Silent.blogsport.com/Contoh Makalah Komunikasi Verbal dan Nonverbal.html/ diakses pada 5 oktober 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar